Larangan Bawa Tablet ke Kabin Pesawat karena Isu Bom di iPad?

Sekian waktu lalu, AS mengambil keputusan larangan membawa piranti elektronik yang semakin besar dari smartphone ke kabin pesawat dalam penerbangan spesifik.

Argumennya, menurut sumber The Guardian, yaitu lantaran sudah ada gagasan untuk membawa tablet diisi bom kedalam pesawat.

Larangan ini aktif pada hari Sabtu. Ia melarang piranti elektronik semakin besar dari hp dibawah masuk kedalam kabin dalam penerbangan ke AS serta Inggris dari sebagian negara di Timur Tengah serta Afrika Utara.

Minggu lantas, pemerintah AS serta Inggris mengatakan, terorisme yaitu argumen dari dibuatnya ketentuan itu. Tetapi, mereka tak memberi info detil.

Ada gagasan untuk membawa bahan peledak dalam penerbangan memakai piranti yang tampak seperti Apple iPad mendorong pemerintah untuk aktifkan larangan ini. Tetapi, masihlah belum di ketahui apakah piranti itu yaitu casing iPad atau iPad palsu. Masihlah belum terang juga kapan peristiwa ini berlangsung atau siapa dalang dibalik peristiwa itu.

Gagasan membawa bom didalam iPad hanya satu diantara argumen dibalik larangan itu. Sebelumnya ini, pemerintah AS sudah menyelidiki bagaimana teroris bisa sembunyikan bom sebagai piranti elektronik. Untuk lebih tepatnya, penyelidikan ini dikerjakan mulai sejak berlangsung pengeboman laptop dalam penerbangan dari Somalia pada 2016.

CBS News melaporkan, peristiwa itu bikin lubang dalam pesawat. Seseorang penumpang yang terhisap keluar wafat.

Tubuh intelijen mengatakan, teroris dapat sembunyikan bahan peledak di baterai untuk laptop serta tablet. ” Info yang sudah diselidiki tunjukkan kalau group teroris dengan cara aktif mencari langkah untuk lakukan serangan mereka, termasuk juga membawa masuk bahan peledak kedalam beragam barang customer, termasuk juga elektronik, ” tutur juru bicara US Transportation Security Administration.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*